Temu akbar Linuxer Makassar

Temu Akbar Linuxer 2008

Sabtu, 27 September 2008 bertempat di lantai 3 Gedung Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin digelar acara Temu Akbar Linuxer Makassar atas Prakarsa dr Mahmud, POSS UNHAS dan LUGU sebagai induk komunitas Linux di makassar.

Pada pertemuan ini dibahas tentang Bagaimana mengembangkan Open Source Software Linux di Makassar. Apalagi akhir-akhir ini Komunitas Linux makin memperlihatkan grafik interaksi yang makin tinggi. hampir semua elemen masyarakat sudah memiliki informasi dan kesadaran tentang OS yang legal dan Free ini, terbukti yang hadir adalah dari berbagai unsur seperti Guru, Dosen, Mahasiswa, IT Profesional, Vendor Komputer sampai pegawai negeri sipil

hal yang ingin dicapai pada pertemuan ini selain membuat kesepakatan bersama bagaimana mengembangkan linux di makassar juga sebagai ajang bertukar pikiran dan pengalaman menggunakan linux di lingkungan masing-masing. Sebagai wakil dari peserta yang dianggap punya banyak pengalaman dan mewakili jenis lingkungan berbeda ada 5 panelis yaitu Adi Nugroho dari Internux, Khalid Mustafa dari perwakilan birokrasi, Pak Deni perwakilan institusi pemerintah, Muh Takdir praktisi mewakili pengembangan linux di kabupaten. format acaranya panel setengah talkshow, serius tapi santai,

Pembicara pertama Adi Nugroho bercerita tentang : Bagaimana perkembangan, awal mula pengembangan linux di Makassar. Diawali cerita tentang masa lalu, dulu kenal linux tidak sengaja saat berkenalan dengan QMX (sistem operasi 1 disket, sudah graphical user interface, sudah bisa konek internet, browsing, bahkan sudah ada webservernya.

Pada jamannya QMX paling bagus setelah windows dan berkat salah seorang teman dari Eropa Timur, pak Adi berkenalan dengan Linux. Bekal informasi dari temannya itu membuat Adi Nugroho mencari akal bagaimana caranya bisa dapat, Berkat salah seorang teman yang kebetulan lagi berada di Bali. waktu itu didapat 5 distro linux oleh Irwin dan Adi langsung di coba. lanjut ngoprek linux di IMD Komputer jalan andalas dan akhirnya menjadi tempat ngumpul untuk belajar bersama-sama.

Kebetulan disaat hampir bersamaan pak Made wiryana, salah seorang tokoh Linux indonesia (yang sedang bekerja dan melanjutkan kuliah di jerman) diundang presentasi Linux di makassar. Pada acara itu jumlah peserta hampir memenuhi ruangan dan sejak saat itu komunitas LUGU sangat ramai.

kemudian banyak program kerja yang dilaksanakan termasuk kerjasama dengan beberapa sekolah dan sempat membuat satu software untuk pemkot makassar. kemudian komunitas linux sempat tidak aktif sekitar 3 tahun. selama masa itu hampir tidak ada kegiatan lapangan. aktifitas banyak dilakukan lewat milist. selama masa itu banyak bermunculan komunitas kecil-kecil fokus ke distro-distro
tertentu.

Pada tahun 2007 Linux aktif kembali setelah di tangani oleh Arman Satary. Ada beberapa faktor yang membuat Komunitas Linux semakin kuat akhir-akhir ini yaitu :
– dipelopori oleh kepengurusan sebelumnya yang sangat aktif..
– Herman sebagai ketua linux sekarang kebetulan sangat aktif

Setelah pembicara pertama, lanjut sebagai pembicara kedua adalah Khalid Mustafa yang bercerita tentang Pengalaman Pribadi dan Program2 yang telah dilakukan berkaitan dengan linux. Pengalaman pertama menginstal Linux adalah Suse 6.1 saat masih di indomitracom. alasan memilih suse sederhana saja, karena gurunya pake suse.. begitu juga dengan yang lainnya.. seperti ubuntu, slacware, fedora dll..

ada beberapa pengalaman lucu saat belajar instalasi. perlu diketahui Suse 6.1 terdiri dari 5 CD dan selesai instalasi muncul layar hitam untuk masukkan username dan password setelah itu muncul layar hitam lagi dan tanda # atau login root..

karena ketidaktahuannya tanda # itu dianggap belum berhasil dan diulang sampai 8 kali. karena kebiasaan instal windows yang terlihat selalu langsung desktop. rupanya baru diketahui belakangan kalo masuk desktop di linux harus mengetik startx dulu.. dan tanda # itu berarti instalasi linux-nya sudah berhasil.

Meskipun linux sudah terbukti baik, namun di depdiknas sendiri masih setengah hati. belum semua menggalakkan penggunaan open
source. buktinya pada kurikulum sekarang masih menggunakan judul produk microsoft.

Tampil sebagai pembicara ke-3 aalah Wicaksono Deni, pegawai negeri dari Departemen Keuangan DPPK (Departemen Pendidikan dan
Pelatihan Keuangan) Balai diklat keuangan di Ahmad Yani. Bercerita tentang proses migrasi di institusinya : Pada awalnya memang menggunakan SO lain dan sering menghadapi masalah virus..

Pernah pada suatu saat di tahun 2002 itu terkena virus makro Virus MS Office yang sampai tidak bisa mem-print. sampai 2 minggu tidak bisa menghasilkan surat dinas. Beruntung pada saat itu open office sudah bisa digunakan, akhirnya pindah ke open office tapi masih pake OS Lain.

harapannya jika pada suatu saat mau migrasi ke linux mereka sudah siap karena memang sebagian besar bekerjanya dengan OFFICe. Setelah berjalan beberapa bulan, akhirnya mencoba menginstal linux. hal ini tidak menjadi masalah karena sampai saat itu tidak ada aturan yang mengikat institusi pemerintah harus menggunakan OS tertentu dan Linux menjanjikan sesuatu yang lebih baik. dan atas dasar kelemahan di masalah virus dan pengembangan sistem akhirnya migrasi semua PC sebanyak 25 unit ke linux.

Penghalang Selanjutnya adalah faktor kebiasaan. bahkan pernah ada beberapa pegawai yang tidak masuk kantor seminggu gara-gara OS komputernya diganti. tapi karena desakan pekerjaan akhirnya mau juga. akhirnya sampai saat ini malah kondisinya berubah, mereka tidak mau OS lain kecuali linux. 99 % PC sudah menggunakan linux.

1 PC masih menggunakan windows karena aplikasi keuangan RKA hanya bisa jalan di windows. dan ini menjadi tantangan untuk mengubah aplikasi itu. yang paling penting di linux itu adalah Support. Linux tidak bisa jalan tanpa dukungan minimal 1 orang yang mau dijadikan tumpuan untuk segala permasalahan pemakaian linux. dulu jika ada masalah bisa memanggil banyak sekali teknisi windows di luar. Kalo di Linux masih sulit mencari dukungan di Luar.

Tampil sebagai pembicara terakhir adalah Muhammad Takdir Staf Kantor Badan Informasi dan komunikasi kab Sinjai sulawesi selatan.

Pengalaman Migrasi Linux di Kab Sinjai dimulai Sejak tahun 2005 di Kantor pengelolaan data dan informasi. dimulai saat posisinya sebagai konsultan, dengan tugas memberi usulan kepada pemkab sinjai khususnya di PDE dan berlanjut pada tahun 2007 berubah nama menjadi badan komunikasi dan informatika.

Setelah berubah nama menjadi Badan, maka secara struktural dapat menekan instansi lain untuk mengadakan sosialisasi perangkat lunak legal. pada suatu kegiatan bisa memanggil Kejaksaan dan Kepolisian untuk memberikan materi tentang bagaimana pentingnya haki. disamping itu juga Memanggil para pakar untuk menjelaskan perangkat lunak legal.

Sosialisasi ini penting agar supaya hasil karya orang lain dapat dihargai. kemudian follow up setelah itu melakukan Bimbingan teknis yang lebih bersifat praktek. Aplikasinya langsung didemokan seperti Open Office.

dihari kedua menginstalasi ubuntu linux. diharapkan setelah selesai bimtek para peserta dapat langsung menginstalasinya di tempat masing-masing. tapi setelah itu banyak pegawai yang belum bisa meninggalkan kebiasaannya di OS lain.

setelah mengadakan bimtek, sasaran selanjutnya bagaimana mensosialisasikan linux di sekolah2 dengam mengundang Guru-guru dan murid untuk mengikuti demo instalasi ubuntu. rata-rata tertarik dan banyak pertanyaan tentang virus.

hal lain yang memiliki dampak besar adalah setiap kegiatan yang sudah dilaksanakan selalu di publish di blog masing-masing dan ini mengundang FOSS-ID untuk melihat lebih jauh penggunaan linux di kabupaten.

Tiba pada pukul 5.45 dimana acara di tunda untuk buka puasa bersama dan lanjut lagi pukul 7 malam. Pada intinya sampai pada sesi terakhir semua sepakat, perlunya sosilisasi Linux pada setiap strata masyarakat agar semakin membumi, semakin dikenal dan akhirnya mampu berkembang mengikuti arah trend yang terjadi. sama seperti Sistem operasi lain yang saat ini sedang di atas angin.. bukan tidak mungkin suatu saat giliran Linux yang menguasai jagat TI di dunia maupun di tanah air. tinggal menunggu waktu saja……

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *