Me-marketing-kan Linux dan Open Source, mari kita lanjutkan….
Sepenggal cerita yang tertinggal dari pelaksanaan Indonesia Linux Conference 2009 lalu.. Sangat terasa benar betapa kita membutuhkan lebih banyak event sejenis untuk “memarketing”-kan linux.
Sosialisasi yang lebih sering akan membuat keingintahuan end-user semakin tinggi. Apa yang telah di lakukan oleh aktifix linux dan open source - terutama pak Rusmanto dan P Made Wiryana - sejak awal-awal linux dikenal di Indonesia adalah contoh Marketing linux yang terus bergulir.. seperti bola salju yang terus membesar dan makin banyak pengikutnya.
Memarketingkan linux haruslah memiliki keahlian menjual. Mengerti betul keunggulan Linux dibanding Sistem Operasi lain yang banyak dipakai orang, meskipun tidak mengerti secara mendalam teknis setting konfirgurasi server, security dan hal-hal “berat” lainnya di Linux.
Yang diperlukan adalah keahlian berbicara, menulis dan menyampaikan Linux yang dapat dimengerti oleh orang awam. Selain keahlian tersebut diatas Marketer juga diwajibkan pandai mendemokan kelebihan linux langsung dihadapan calon pengguna. Hal yang didemokan adalah keunggulan mutlak yang tidak dimiliki oleh Sistem Operasi lain seperti Bebas Virus, Efek-efek Desktop seperti Compiz dan tidak melanggar HAKI karena bukan bajakan.
Apabila calon pengguna linux tersebut makin penasaran maka marketer dapat menyampaikan kelebihan linux lainnya seperti : berbiaya murah (terjangkau oleh seluruh lapisan masyarakat), proses instalasi semakin mudah, full customized, update aplikasi yang mudah dll. Read more »

