Penulis TI Makassar… Apa kabarmu…?
Saat ini boleh dibilang dunia Teknologi Informasi sudah seperti aliran darah dalam tubuh yang menjangkau hampir setiap senti bagian tubuh. Hampir disetiap institusi pendidikan, kantor pemerintah daerah, perusahaan swasta bahkan toko roti sekalipun sudah memiliki komputer. Disisi lain banyak sekali media nasional yang berkaitan dengan Teknologi Informasi seperti Chip, NeoTek, Info Komputer, ComputerEasy, Tabloid PCPlus, Info Linux, PCMild, PCMedia, Telset, Komputek, Koran Tempo, Bisnis Indonesia, Republika, Jakarta Post dan masih banyak lagi. Selain itu beberapa penerbit buku yang fokus ke Teknologi Informasi seperti Elex Media Komputindo, Dian Rakyat, Gramedia, Andi Publishing, Informatika Bandung. Belum lagi media online seperti tempointeraktif.com, detik.com, kompas.com, astaga.com yang siap menerima tulisan dan artikel.
Sayangnya media yang begitu banyak belum sebanding dengan jumlah penulis Teknologi Informasi di Indonesia, apalagi di Makassar. Hampir tidak ada penulis buku / artikel Teknologi Informasi yang bermukim di SulSel. Hal ini berimbas pada serbuan buku-buku tulisan penulis luar yang memang linkungan dan budayanya relatif memberi angin lahirnya minat menulis buku/artikel. Jarang sekali kita melihat orang yang menghabiskan banyak waktunya untuk menulis dan menulis saja. Budaya kita belum menjangkau itu, pemerintah daerah masih berusaha mengangkat minat masyarakat untuk gemar membaca. Benar, bangsa kita belum terlalu gemar membaca buku TI apalagi untuk menulisnya. Bangsa kita lebih suka berbicara, berdebat & berteriak bahkan mungkin berkelahi – beberapa contoh kelakuan elit politik sampai demonstrasi mahasiswa di mana – mana.
Sebenarnya budaya menulis dapat dilakukan siapa saja. Untuk lokal SulSel sendiri dirasakan ada beberapa hal yang menghambat lahirnya penulis-penulis TI baru. Alat bantu yang digunakan cenderung cukup mahal seperti seperangkat komputer dan akses internet, Penerbit buku di makassar masih lebih memprioritaskan naskah buku yang bersifat kedaerahan, publikasi artikel Teknologi Informasi di media massa tidak mendapatkan ruang lebih besar dibanding publikasi artikel tentang politik. Dan yang paling menghambat adalah kurangnya penguasaan teknologi. Artikel/buku yang akan ditulis mensyaratkan atas penguasaan teknologi yang ditulisnya. Read more »














